WEEKLY REPORT SKDR (38) DINAS KESEHATAN PKAB. MAJENE TAHUN 2024

Keterangan Gambar : SISTEM KEWASPADAAN DINI DAN RESPON (SKDR) PROVINSI SULAWESI BARAT KABUPATEN MAJENE MINGGU KE 38 TAHUN 2024
A. SITUASI SKDR PENYAKIT POTENSIAL WABAH
Tidak ada KLB di Kabupaten Majene Provinsi Sulawesi Barat, hanya ada 4 Alert yang muncul yakni kasus GHPR wilker Puskesmas Pamboang. Kasus Malaria Puskesmas Malunda dan Puskesmas Salutambung, Suspek dengue di wilker Puskesmas Pamboang, sudah diverifikasi oleh petugas
2. Kegiatan Surveilans di Dinas Kesehatan minggu ini
o Tim TGC Puskesmas melakukan PE untuk kasus yang masuk dalam alert diatas yang ada diwilayah Puskesmas yang mempunyai kasus.
o Melakukan Verifikasi dan Koordinasi Lintas Sektor
3. Semua Puskesmas dan Rumah Sakit melaporkan laporan mingguan SKDR secara tepat dan lengkap 100%
B. DATA SKDR PENYAKIT POTENSIAL WABAH DUA MINGGU TERAKHIR
Semua unit pelapor SKDR pada Kab. Majene telah mengirimkan laporan secara lengkap pada minggu 38 sebesar 100%. Adapun jumlah unit pelapor sebanyak 11 Puskesmas dan 1 Rumah Sakit.
1. TREND PENYAKIT MALARIA Pada minggu ini Trend Penyakit Diare Akut Kasus tertinggi pada wilayah Puskesmas Totoli dan malunda sebanyak 7 orang dan terendah dilaporkan Puskesmas Lembang dan salutambung Sebanyak 1 orang. Secara kumulatif kasus di minggu melebihi tidak kasus minggu sebelumnya namun diharapkan penanganan lebih lanjut terhadap kasus yang ada.
2. TREND PENYAKIT MALARIA Pada minggu ini hanya Puskesmas Salutambung melaporkan 2 Kasus dan terendah dilaporkan oleh Puskesmas Malunda sebanyak 1 kasus. Secara kumulatif kasus di minggu ini melebihi kasus minggu sebelumnya yang diharapkan penanganan lebih lanjut terhadap kasus yang ada.
3. TREND PENYAKIT SUSPEK DENGUE pada 4 minggu terakhir di wilayah Kab. Majene. Puncak Kasus suspek dengue tertinggi di minggu ini 35 sebanyak 12 kasus, Kasus tertinggi pada wilayah Puskesmas Lembang Sebanyak 3 kasus dan terendah dilaporkan Puskesmas Malunda Sebanyak 1 kasus. Secara kumulatif kasus di minggu ini tidak melebihi dari kasus minggu sebelumnya namun diharapkan penanganan PE dan penanggulangannya dimasyarakat.
4. TREND PENYAKIT PNEUMONIA pada 4 minggu terakhir di wilayah Kab. Majene. Puncak Kasus Pneumonia tergambar pada Minggu ke 35 sebanyak 13 kasus,. Pada minggu ini kasus tertinggi di wilker Puskesmas Pamboang melaporkan sebanyak 5 kasus dan terendah Puskesmas Lembang dan Banggae I melaporkan masing-masing 1 kasus. Secara kumulatif kasus di minggu ini melebihi kasus minggu sebelumnya yang diharapkan penanganan lebih lanjut terhadap kasus yang ada.
5. TREND DIARE BERDARAH/ DISENTRI pada 4 minggu terakhir di wilayah Kab. Majene. Puncak Kasus Diare Berdarah/ Disentri dalam 4 minggu tergambar di minggu 38 sebanyak 1 kasus. Pada minggu ini hanya RSUD majene melaporkan 1 kasus. Secara kumulatif kasus di minggu ini melebihi kasus minggu sebelumnya yang diharapkan penanganan lebih lanjut terhadap kasus yang ada.
6. TREND SUSPEK DEMAM TIFOID pada 4 minggu terakhir di wilayah Kab. Majene. Pucak Kasus suspek demam tifoid dalam 4 minggu terakhir tergambar pada Minggu 35 sebanyak 4 kasus. Pada minggu ini hanya Puskesmas Pamboang dan RSUD melaporkan masing masing 1 kasus. Secara kumulatif kasus di minggu ini melebihi kasus minggu sebelumnya yang diharapkan penanganan lebih lanjut terhadap kasus yang ada.
7. TREND SINDROM JAUNDICE AKUT pada 4 minggu terakhir di wilayah Kab. Majene. Tidak ada kasus dalam 4 minggu terakhir.
8. TREND SUSPEK CAMPAK pada 4 minggu terakhir di wilayah Kab. Majene. Tidak ada Pucak Kasus Suspek campak dalam 4 minggu terakhir. Pada minggu ini tidak ada kasus yang dilaporkan. Diharapkan lebih aktif lagi dalam melakukan surveilan aktif PD3I dalam menemukan kasus yang dicurigai untuk mecapai indikator penanggulangan discarded campak.
9. TREND SUSPEK AFP pada 4 minggu terakhir di wilayah Kab. Majene. Tidak ada Puncak Kasus Suspek AFP dalam 4 minggu terakhir. Pada minggu ini tidak ditemukan kasus suspek AFP. Diharapkan lebih aktif lagi dalam melakukan surveilan aktif PD3I dalam menemukan kasus yang dicurigai dalam mecapai indikator Non Polio.
10. TREND KASUS GHPR pada 4 minggu terakhir di wilayah Kab. Majene. Puncak kasus berada di minggu ke 35 dan 37 sebanyak 3 kasus. Pada minggu ini hanya Puskesmas Pamboang melaporkan sebanyak 1 kasus. Secara kumulatif kasus di minggu ini tidak melebihi kasus minggu sebelumnya namun diharapkan penanganan lebih lanjut terhadap kasus yang ada.
11. TREND KASUS ILI (PENYAKIT SERUPA INFLUENZA) pada 4 minggu terakhir di wilayah Kab. Majene. kasus ILI (penyakit serupa influenza) tidak ditemukan kasus dan tidak berindikasi peningkatan kasus ILI (penyakit serupa influenza) yang bermakna secara epidemiologi
C. RENCANA TINDAK LANJUT :
1. Membuat surat edaran Kewaspadaan Dini terkait kasus kasus yang mengalami peningkatan dan upaya promotif dan preventif yang dapat dilakukan yang ditujukan kepada Semua Puskesmas dan RS
2. Surveilans Ketat dengan memperkuat monitoring dan evaluasi terkait pencatatan dan pelaporan pada kasus kasus yang mengalami peningkatan sampai kondisi kembali ke keadaan normal dan KLB bisa dinyatakan “Berakhir”
3. Berkerjasama dan berkoordinasi dengan Puskesmas dan RSUD Majene terkait kasus-kasus Pneumonia yang memgalami peningkatan.
4. Tetap melakukan surveilans baik aktif dan pasif di Fasilitas pelayanan Kesehatan.
Untuk Informasi lebih Lengkap dapat mengakses WEEKLY REPORT SKDR (38) DINAS KESEHATAN KAB. MAJENE TAHUN 2024
TIM PENYUSUN PROGRAM SURVEILANS BIDANG PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT DINAS KESEHATAN KABUPATEN MAJENE TAHUN 2024
KOMENTAR