Wahidin Terima POD Award

Wahidin Terima POD Award

Supervisor Penanganan Kusta Kabupaten Majene, Muhammad Wahidin meraih POD (Prevention of Disability) Award tingkat kabupaten se-Indonesia. Penghargaan ini dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan The Netherlands Leprosy Relief.

The Netherlands Leprosy adalah organisasi internasional non-pemerintah (di Belanda), yang didirikan pada tanggal 30 Maret tahun 1967, yang mempromosikan dan mendukung pemberantasan kusta dan segala konsekuensinya di tujuh wilayah endemik (penyakit yang asli atau menyebar terbatas pada populasi, masyarakat atau wilayah tertentu). 

Muhammad Wahidin yang kini menempuh pendidikan di Pasca Sarjana Unhas konsentrasi Epidemiologi mengaku tidak menyangka akan mendapat penghargaan POD Award.

"Rupanya Majene diapresiasi karena selama 5 tahun diantara penderita baru sudah tidak ada lagi yang mengalami cacat tingkat 2," sebut Wahidin, panggilan akrabnya.

Dia mengungkap, keberhasilan petugas kusta dalam menekan penderita cacat tingkat II tidak terlepas dari peran serta masyarakat dan intervensi salah seorang anggota DPRD melalui aspirasinya mendorong masyarakat menjadi relawan.

Metode yang digunakan dalam menekan angka penderita menjadi cacat tingkat II adalah dengan pelibatan masyarakat membagikan format yang terlebih dahulu diberikan bimbingan pengisian format tersebut.

"Masyarakat yang terlebih dahulu dilatih itu mencari tahu ada tidak masyarakat yang punya gangguan kulit seperti belang-belang, merah-merah, lalu diminta kesedian mereka diperiksa," beber Wahidin.

Setelah terkumpul yang mau diperiksa, lanjut Wahidin, tim petugas kusta turun lapangan melakukan pemerinksaan terharap relawan itu berikut kontaknya 

Dengan metode tersebut, terjadi peningkatan penemuan penderita sehingga bisa lebih mudah ditangani, sehingga outputnya tidak ada lagi penderita yang sampai cacat tingkat II (sudah terlihat cacat).

"Selama ini mereka (penderita) sembunyi karena malu dan adanya sigma di masyarakat yang bisa mengucilkan penderita," kata Wahidin.

Wahidin berharap kepada para kepala desa yang telah berkomitmen mengeluarkan dana anggaran dana desa (ADD) sebesar 15 % untuk kesehatan agar konsisten. Karena dengan dana tersebut semua penderita di wilayah desa akan dapat tertangani dengan baik.

"Dana 15 % itu bukan untuk petugas kesehatan tapi untuk relawan yang ada di desa masing-masing. Kami siap datang denga sukarela jika ada yang mau kumpul-kumpul sekaitan dengan penanganan dan sosialsasi mengenai penyakit kusta," kunci Wahidin.

Pemberian penghargaan tenaga kusta terbaik tingkat kabupaten se-Indonesia ini dilaksanakan dalam pertemuan nasional kusta ke 28 di Hotel Karebosi Kandatel Makassar, 28 September hingga 1 Oktober 2015. Sertifikat penghargaan sendiri diberikan pada 29 September 2015.

Metode pembagian format ke masyarakat baru muncul dalam pertemuan kusta tersebut sementara kabupaten Majene telah melakukannya, sehingga ada penemuan sejak dini.

Penghargaan ini digolongkan menjadi tiga kategori yaitu tingkat provinsi, kabupaten dan puskesmas. Kabupaten yang berhasil mendapatkan POD Award  se Indonesia adalah Kabupaten Majene, sedangkan penghargaan untuk kategori puskesmas semuanya.(*)

KOMENTAR
Tulis Komentar Disini