SOSIALISASI FILARIASIS (KAKI GAJAH) DESA BABABULO UTARA

SOSIALISASI FILARIASIS (KAKI GAJAH) DESA BABABULO UTARA

Pagi yang cerah di Desa Bababulo Utara dihangatkan oleh suasana serius namun penuh antusiasme dalam pertemuan sosialisasi kesehatan penting. Pertemuan ini difokuskan pada upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit Filariasis atau yang lebih dikenal sebagai Kaki Gajah, yang merupakan penyakit menular menahun yang disebabkan oleh cacing filaria dan ditularkan melalui gigitan nyamuk.
Acara dibuka oleh sambutan dari Kepala Desa Bababulo Utara, Bapak Iskandar, yang menekankan pentingnya kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah awal memerangi penyakit ini. Beliau menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim kesehatan dari Dinas Kesehatan dan Puskesmas.
Sesi utama dimulai dengan pemaparan materi dari Bapak Umar, perwakilan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Majene. Dengan lugas, Bapak Umar menjelaskan mengenai penyakit Filariasis, mulai dari penyebab (cacing filaria), cara penularan (melalui berbagai jenis nyamuk), hingga gejala yang harus diwaspadai, seperti demam berulang, pembengkakan kelenjar getah bening, dan yang paling parah adalah pembengkakan permanen pada kaki, lengan, atau bagian tubuh lainnya yang dapat menyebabkan kecacatan (elephantiasis).
"Pencegahan adalah kunci utama, karena Filariasis yang sudah kronis sulit disembuhkan dan dapat menyebabkan kecacatan seumur hidup," tegas Bapak Umar. Beliau juga menggarisbawahi program pemerintah, termasuk Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) di daerah endemis, dan mengajak seluruh masyarakat untuk aktif mengikuti program tersebut jika dilaksanakan di Bababulo Utara.
Selanjutnya, Bapak Taslim dari Puskesmas setempat mengambil alih sesi, lebih fokus pada implementasi praktis di tingkat desa. Bapak Taslim memaparkan langkah-langkah konkret pencegahan yang bisa dilakukan sehari-hari oleh warga:
 * Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN): Menguras, menutup, dan mendaur ulang tempat penampungan air dan membersihkan genangan air atau selokan kotor yang menjadi tempat berkembang biak nyamuk.
 * Perlindungan Diri: Menggunakan kelambu saat tidur dan losion anti nyamuk, terutama saat beraktivitas di luar rumah pada malam hari.
 * Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM): Mendorong masyarakat untuk meminum obat anti-filariasis yang disediakan oleh Puskesmas sesuai dosis, sebagai langkah memutus rantai penularan.
Suasana pertemuan tampak interaktif, terlihat dari beberapa peserta yang duduk di bagian depan ruangan (mengenakan kaus oranye) menyimak dengan saksama. Diskusi dan tanya jawab pun dibuka, memberikan kesempatan bagi warga untuk mengklarifikasi kekhawatiran mereka.
Di akhir acara, Kepala Desa Bababulo Utara, Bapak Iskandar, menutup pertemuan dengan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi, "Tanggung jawab kesehatan ini bukan hanya milik Dinas Kesehatan atau Puskesmas, tetapi tanggung jawab kita bersama. Mari kita wujudkan Bababulo Utara bebas Filariasis!"
Sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat Desa Bababulo Utara tentang bahaya Filariasis serta mendorong perubahan perilaku yang lebih sehat dan peduli lingkungan untuk mencegah penularan penyakit Kaki Gajah.
 


KOMENTAR
Tulis Komentar Disini