Gema Obama, Mengajari Masyarakat Deteksi Dini Obat dan Makanan Berbahaya

Gema Obama, Mengajari Masyarakat Deteksi Dini Obat dan Makanan Berbahaya

Keterangan Gambar : Workshop Gema Obama di Barane


Dinas Kesehatan Kabupaten Majene terus melakukan upaya pembinaan kesehatan terhadap masyarakat. Salah satunya adalah mengajari masyarakat mendeteksi dini bahaya obat dan makanan dengan Gerakan Manarang (Pintar) Cerdas Mengkonsumsi Obat dan Makanan (Gema Obama).

Gerakan itu muncul atas kerpihatinan Dinkes Majene melihat fakta tentang obat dan makanan di masyarakat. Berdasarkan pengawasan obat dan makanan yang dilakukan Kepala Instalasi Farmasi Kabupaten (IFK) Majene, Nur Ekawati Sanrang pada proyek Diklatpim IV. Ia beserta tim yang diketuai Kepala Seksi Promosi Kesehatan (Promkes) Dinkes, Wirdaningsi menemukan sejumlah obat dan makanan berbahaya beredar di masyarakat.

Menurut Ekawati,  proyek tersebut empat desa dan kelurahan, Kelurahan Pangali-ali dan Desa Palipi Soreang di Kecamatan Banggae dan Kelurahan Labuang dan Kelurahan Baruga, Kecamatan Banggae Timur menjadi titik awal. Hasilnya, lebih dari 50 persen penjual obat bahkan di warung-warung milik masyarakt menjual obat daftar G (obat keras) dan makanan yang sudah kadaluarsa.

"Jadi kita awasi dulu di empat kelurahan dan ternyata hasilnya itu rata-rata lebih dari 50 persen pedagang warung kecil menjual obat daftar G kemudian mereka juga menjual makanan kadaluarsa yang terpajang di etalasenya. Ada juga yang mencampur aduk makanan dan obat nyamuk yang seharusnya dipisah dan ditata dengan baik," kata Ekawati, Senin 26 September 2016.

Mininnya pengetahuan pedagang dan masyarakat selaku konsumen sehingga masalah tersebut seperti tidak ada habisnya. Berangkat dari masalah tersebut, Gema Obama dibentuk dengan lebih mengutamakan pembinaan langsung kepada masyarakat dan pedagang kemudian melakukan pengawasan secara berkelanjutan.

"Jadi masyarakat sendiri yang akan dibina langsung selaku konsumen kemudian pelaku usaha. Berikutnya akan dilakukan pengawasan setiap bulan apakah ada hasil atau tidak. Ini kan sudah sering dilakukan pengawasan sebelumnya tapi tidak ada efek jerah. Jadi masyarakatlah yang harus diberi pemahaman," terang Ekawati.

Sebagai langkah awal, kata Ekawati, pihaknya membina kader-kader kesehatan dan kader Pembinaan Kesehatan Keluarga (PKK) yang terlibat langsung kepada masyarakat. Mereka diajari cara mengenali jenis-jenis obat mulai dari obat bebas (logo hijau), obat bebas terbatas (logo biru) dan obat keras atau daftar G (logo merah).

Selain itu, mereka juga dibina dalam workshop Gema Obama di Barane beberapa waktu lalu tentang cara mengenali masa kadaluarsa dan penataan makanan pada warung. Tidak mencampur makanan dengan obat nyamuk, sabun atau dagangan yang bukan makanan. Penataan barang dagangan harus sesui dengan jenisnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Majene, dr. Evawary mengatakan, dalam pengawasan obat dan memberi pemamahan tentang bahaya obat dan makanan pada masyarakat. Paradigma masyarakat harus dirubah dengan melibatkan berbagai pihak. Seperti tokoh dan organisasi yang dekat dengan masyarakat.

"Seperti ibu PKK, kader-kader kesehatan dan tokoh masyarajat adalah orang yang bersentuhan langsung dengan masyakarkat. Itulah sebenarnya, 85 persen hasilnya itu bisa mendukung keberhasilan dengan kegiatan kita ini," kata Eva. (Irwan)

KOMENTAR
Tulis Komentar Disini