Inpirator Unicef Motivasi Warga Majene

Inpirator Unicef Motivasi Warga Majene

Berbagai hal dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Majene dibawah kepemimpinan dr.Hj.Evawaty, M.Kes untuk menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB). Upaya kali ini adalah memberikan motivasi kepada petugas kesehatan, kepala desa/kelurahan dan elemen masyarakat lainnya.

Dinkes Majene mendatangkan lembaga inspiring yang direkomendasikan badan PBB bidang kesehatan, Unicef.
"Jadi kita menggunakan lembaga dari Jakarta yang merupakan rekomendasi Unicef," kata dr.Hj.Evawaty M.Kes, disela-sela workshop yang diberi nama Workshop Inspiring Innovation Cycles di Aula Tammajarra Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Sulbar.
 
Workshop Inspiring ini berlangsung dari 21 - 24 April 2015. Worshop ini dibuka oleh Asisten Pembangunan Pemkab Majene, Arifuddin, mewakili Bupati Majene yang berhalangan hadir karena sedang berada di luar daerah.
Tim Inspiring terdiri dari Dani W. Munggoro (fasilitator), Budhita Kismadi (fasilitator), Dian Purbasari (asisten), dan Ega (asisten).
 
Workshop ini lebih banyak melibatkan peserta untuk beraktivitas ketimbang suguhan materi dari narasumber.
Peserta diminta membuat puisi, membuat kisah singkat pribadi yang berisi mimpi dan kekuatan yang dimiliki, cerita berpasangan dan merancang maket Majene Sehat. Workshop berlangsung hidup secara total karena tidak ada peserta yang vakum dan setiap sesi workshop selalu diselingi menyanyi bersama.
 
Menurut Budhsi, pangilan Budhita Kismadi, menghargai apa yang kita punya akan memberikan perubahan ke arah yang lebih baik. Budhsi menekankan fokus terhadap kelebihan yang dimiliki seseoran karena dengan demikian dapat menutupi kekurangan.
 
Dani, panggilan Dani W. Nugroho, cara berpikir kita harus dirubah dari berpikir mau bertahan menjadi mau bertumbuh. Sekolah-sekolah di Indonesia, kata dia, mengajarkan bertahan hidup. Nenek moyang kita bertahan untuk hidup bukan untuk tumbuh.
 
"Kalau orang berpikir positif maka akan tumbuh dan sehat karena itu cara berpikir harus positif," kata Dani.
Dani mengajak fokus, fokus akan menjadikan kekuatan. Lebih fokus kepada prestasi/kelebihan dari pada masalah/kelemahan. Alasannya, fokus kepada hal yang positif maka akan justru lebih positif.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Majene, dr. Hj. Evawaty M.Kes., menggelar workshop inspiring bertujuan memotivasi petugas kesehatan untuk berpikir dan bekerja lebih dari sekedar menjalankan kewajibannya. Bekerja dengan rasa adalah sesuatu yang diharapkan.
 
"Bekerja dengan rasa. Selama ini mungkin bekerja hanya mencapai target. Setiap dinas mungkin punya target tapi kalau hanya target kita seperti robot sekarang bagaimana kita mengaktifkan otak kiri sehingga rasa itu muncul sehingga AKI dan AKB bisa terselesaikan antara petugas kesehatan dan masyarakat," terangnya.
Pada workshop kali ini, Dinkes Majene melatih 100 orang dengan harapan setiap orang dapat melanjutkan estafet motivasi kepada orang lain. Setiap peserta diharapkan dapat memotivasi 5 orang setelah kembali ke tempat tugas masing-masing.
 
"Jadi dalam satu angkatan minimal ada 500 orang termotivasi jika setiap peserta workshop inspiring ini dapat memotivasi 5 orang," jelas dr. Evawaty.
 
Menurutnya, jika dalam evaluasi kegiatan workshop ini mengalami dampak seperti yang diharapkan maka workshop seperti ini akan dikembangkan dengan melibatkan masyarakat secara meluas.(*)

 


KOMENTAR
Tulis Komentar Disini