Cegah Polio, Dinkes Gelar Pekan Imunisasi Polio

Cegah Polio, Dinkes Gelar Pekan Imunisasi Polio

Keterangan Gambar : Pemberian Vaksin Polio di


Cegah Polio, Dinkes Gelar Pekan Imunisasi Polio

Dinas Kesehatan Kabupaten Majene menggelar Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio dari tanggal 8 sampai 15 Maret 2016. Imunisasi tersebut digelar secara nasional serentak di seluruh Indonesia.

Vaksinasi polio dianjurkan bagi anak berusia 0-59 bulan. Imunisasi ini dilakukan untuk membat virus polio tak ada lagi sehingga tidak bisa berkembang di Indonesia. Khususnya di Majene.

Kepala Dinas Kesehatan Majene, dr. Evawaty, M.Kes mengatakan, selama ini masih terdapat anak usia 0-59 bulan di Majene. Pasalnya, masih ada orang tua anak yang tidak secara rutin membawa anaknya ke Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu).

"Kami himbau agar orang tua anak membawa anaknya ke Posyandu terdekat untuk mendapatkan imunisasi polio," kata dr. Evawaty, M.Kes.

Seementara itu, seperti dilansir www.Depkes.go.id, Penularan virus polio yang berasal dari luar negeri (importasi) pernah terjadi di Indonesia pada tahun 2005, padahal sebelumnya sudah 10 tahun Indonesia tidak memiliki kasus polio.

Kejadian tersebut dimulai dari kasus di Sukabumi pada Januari 2005, dan kemudian menyebar ke provinsi lain di pulau Jawa dan Sumatera, dengan total kasus 305 anak. Virus polio import tersebut diduga berasal dari Nigeria yang menyebar melalui Timur Tengah.

Penularan tersebut terjadi terutama pada anak-anak yang rentan terhadap penyakit polio oleh karena belum mendapat imunisasi polio sama sekali atau imunisasi polio yang diperoleh belum lengkap.

Berdasarkan keadaan ini, maka Indonesia harus melakukan pemberian imunisasi tambahan polio untuk mendapatkan kekebalan masyarakat yang tinggi sehingga akan dapat mempertahankan status bebas polio yang telah diperoleh dan juga sebagai upaya untuk mewujudkan Dunia Bebas Polio. (***)




KOMENTAR
Tulis Komentar Disini